Posted on September 13, 2009 by Dept. Kastrat BEM FISIP UI
Banyak rakyat Indonesia sudah mengetahui jika NeoLib dan Liberalisme itu jahat. Mengapa dalam Pilpres 2009 mereka m
asih memilih pemimpin tipe ini?
hasil real-count Pilpres 2009 yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menunjukkan pasangan capres-cawapres nomor 2, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, meraih suara terbanyak yang berarti negeri ini lima tahun ke depan, 2009-2014, akan dipimpin lagi oleh SBY dengan wakilnya yang baru, Boediono.
Terlepas dari proses pemilihan umum yang memang banyak kecurangan di sana-sini, ketidaknetralan KPU yang lebih memihak incumbent dalam berbagai kasus, dan juga kelemahan internal dari para pesaing nomor 1 (Mega Prabowo) dan nomor 3 (JK-Wiranto), maka rakyat Indonesia—anggap saja—telah memilih SBY-Boediono sebagai presiden dan wakil presiden yang baru. Hal ini bagaimana pun harus diterima sebagai kenyataan, baik de facto maupun, nantinya, de jure. Suka atau pun tidak. Lima tahun ke depan, satu periode yang sangat krusial dan kritis bagi perjalanan bangsa ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia akan melanjutkan program-program SBY dengan Tim Ekonominya yang berhaluan pasar (baca: Kapitalistik). NKRI yang merupakan negeri mayoritas Muslim terbesar di dunia akan dipimpin lima tahun ke depan oleh satu kelompok yang didominasi oleh para hamba Washington yang terdiri dari gabungan para ekonom NeoLib dan gerakan Liberal, seperti halnya Jaringan Islam Liberal (JIL). Read more »
Filed under: Bidang Agitasi dan Propaganda, Tulisan | Leave a Comment »
Posted on May 13, 2009 by Dept. Kastrat BEM FISIP UI
Oleh: Fredi Prasetyo
Gerakan Mahasiswa: Koreksi Setiap Kesalahan dan maju terus bersama Gerakan Rakyat
Sekelumit Catatan Sejarah
Naiknya Soeharto menandai lahirnya kekuasaan Orde Baru. Soeharto naik dengan senyum bersimbah darah matinya berjuta-juta rakyat pekerja dan rakyat tertindas Indonesia yang setia melawan imperialisme dan cinta tanah airnya. Ketika Soeharto naik, arus investasi modal asing dibuka melalu UU Penanaman Modal Asing Nomor 1 tahun 1967. Kemudian diadakan fusi partai politik menjadi 3 yaitu Golkar, PDI dan PPP untuk menjaga stabilitas politk. Dan tentara semakin diperluas perannya di kalangan sipil dan bisnis untuk memudahkan terjadinya stablitas politik demi lancarnya pembangunan ekonomi pro imperialis yang diterapkan Soeharto.
Naiknya soharto juga menandakan hancur leburnya kekuatan gerakan massa di Indonesia, melalui terror yang dilakukan. Hal ini telah membawa trauma yang memilukan, sehingga gerakan tani, gerakan buruh, pemuda mahasiswa dan perempuan berwatak progresif belum berani muncul untuk melanjutkan perjuangan melawan rejim fasis boneka imperialis Soeharto, karena Soharto sendiri tidak segan-segan melepaskan peluru untuk menghancurkan gerakan tersebut.
Satu-satunya kekuatan yang masih bisa untuk melakukan aksi-aksi perjuangan ketika itu adalah kelompok mahasiswa. Mahasiswa cukup kecewa dengan kebijakan Soeharto sejak memerintah. Tahun 1974, meletus peristiwa Lima Belas Januari (Malari). Terjadi aksi besar-besaran anti Jepang di Jakarta yang dimotori Dewan Mahasiswa (DEMA) tahun 1974. namun Aksi ini lebih bersifat spontanitas dan tidak meluas di segala penjuru negeri. Para mahasiswa yang terlibat aksi kemudian ditahan. Di tahun 1978, meledak lagi aksi mahasiswa menolak pencalonan kembali Soharto sebagai presiden yang berujung dengan lahirnya “tragedi Berdarah ITB”. Hal ini juga yang kemudian mendorong lahirnya gerakan Golongan Putih (Golput). Gerakan Golput adalah imbas dari peristiwa berdarah ITB 1978, yang bertujuan untuk tidak memberika suara untuk Pemilu di masa orba, karena Seoharto dianggap sebaga irejim fasis, otoriter dan anti demokrasi, termasuk bisa mengintervensi Pemilu untuk memenangkan Golkar dan terpilihnya kembalinya Soeharto sebagai presiden, namun Aksi protes inipun memiliki karakter yang sama, belum memiliki perspektif yang lebih maju dan Meluas.
Pasca dua kejadian tersebut, rejim orba menerapkan peraturan tata kehidupan kampus dan normalisasi kehidupan kampus (NKK/BKK) tahun 1979. Dampak dari peraturan tersebut adalah dibekukannya DEMA dan diganti dengan Senat Mahasiswa Perguruan Tingg (SMPT), dikontrolnya aktifitas mahasiswa melalui Pembantu Rektor III, dan tidak diperkenankan melakukan aktifitas-aktifitas politik terbuka di kampus. Read more »
Filed under: Bidang Agitasi dan Propaganda, Tulisan | Leave a Comment »
Posted on January 21, 2009 by Dept. Kastrat BEM FISIP UI
BERULANG kali kritik pedas ditujukan ke DPR, tapi lembaga wakil rakyat itu seperti tak pernah mendengar. Berbagai cercaan, bahkan sumpah serapah, umumnya menyangkut dua hal. Pertama terkait dengan produk legislasi dan kedua mengenai tabiat anggota dewan.
Produk legislasi dinilai bermutu RENDAH, tidak perspektif, dan hanya mengabdi kelompok tertentu, bukan pada pluralitas. Itu sebabnya, sejumlah UU mudah dibawa ke Mahkamah Konstitusi untuk diuji kemudian segera dibatalkan oleh MK.
Perilaku anggota DPR pun banyak yang tak patut ditiru. Sejumlah wakil rakyat yang terhormat itu kini mendekam di tahanan karena kasus korupsi. Ada yang menerima aliran dana Bank Indonesia sebesar Rp31,5 miliar dan ada yang terjerat kasus suap alih fungsi hutan lindung.
Kini terungkap pangkal penyebab berbagai penyimpangan itu. Ternyata lebih dari 60% anggota DPR tidak berkualitas. Kritik itu bukan datang dari orang luar, melainkan dari dalam DPR sendiri. Forumnya pun tidak sembarangan, tapi sebuah forum ilmiah di sebuah universitas terkemuka. Read more »
Filed under: Bidang Agitasi dan Propaganda, Tulisan | Leave a Comment »
Posted on January 21, 2009 by Dept. Kastrat BEM FISIP UI
24 Juta Petani Terancam Kehilangan Lahan
Reformasi agraria atau pendistribusian lahan dari kegiatan nonpertanian untuk dikembalikan menjadi lahan pertanian hingga saat ini tidak pernah terealisasi.
Hal tersebut membuktikan bahwa revitalisasi pertanian yg dijanjikan Presiden SBY sejak berkuasa hingga menjelang akhir pemerintahannya, dinilai telah gagal.
Kondisi itu, dipastikan bakal menimbulkan krisis sumber daya lahan pertanian, yg jika tdk diatasi akan menjadi penyumbang utama krisis pangan di masa depan. Dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, jumlah petani yang tidak memiliki lahan di Pulau Jawa dipastikan akan meningkat lebih dari 50 persen, yakni lebih dari enam juta rumah tangga petani (RMT), atau lebih dari 24 juta jiwa petani.
Di luar Jawa sekitar 18 persen atau 8 juta jiwa petani tidak memiliki lahan, sementara angka konversi lahan pertanian ke nonpertanian di Jawa saat ini mencapai 50.000-100.000 hektare per tahun.
saat ini sebanyak 49 persen petani di Jawa tidak memiliki lahan sama sekali, sementara rata-rata kepemilikan lahan petani tanaman pangan saat ini hanya 0,36 hektare. tercatat RMT petani berjumlah 28 juta di seluruh Indonesia atau 112 juta jiwa, sedangkan jumlah petani di Jawa, lanjutnya, 44,6 persen atau 12,5 juta RMT. Read more »
Filed under: News, Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on January 2, 2009 by Dept. Kastrat BEM FISIP UI
Aksi solidaritas Palestina, 2 Januari 2009; Rekreasi Keluarga yang Murah, Bermanfaat, dan Barokah
Mengagumkan!! Itulah yg terlintas dibenak kami ketika mengikuti Aksi Solidaritas Palestina pada hari jumat, 2 januari 2009 pukul 13.00-17.00 WIB yang diselenggarakan oleh Partai Keadilan Sejahtera. Ditengah krisis global serta melonjaknya harga-harga bahan dan barang pokok, ditengah-tengah keadaan kemiskinan yang menghimpit sebagian rakyat kita, dan ditengah kehancuran pendidikan yang melanda bangsa kita tercinta (BHP). Ternyata masih banyak orang yang peduli terhadap nasib saudara kita di Palestina.
Acara ini dimulai pada pukul satu siang. sehabis shalat Jumat, massa berkumpul di bunderan hotel Indonesia. kegiatan orasi yang dihadiri oleh para petinggi-petinggi PKS diantaranya adalah Adang Daradjotun, Tifatul Sembiring, Hidayat Nurwahid, Adiyaksa Dault, Nur Mahmudi Ismail, dll. Berlangsung hingga pukul setengah tiga sore, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Aksi longmarch menuju dan berkumpul di Kedubes Amerika hingga pukul lima sore. Aksi ini menutup jalan lalulintas kendaraan disekitar bunderan HI, Thamrin, merdeka Selatan, Monas, dan Masjid Istiqlal.
Yang menjadi perhatian kami adalah massa yang dihadiri sedikitnya 200.000 orang simpatisan itu pun berlangsung sangat tertib dan lancar. Tidak sedikit dari mereka membawa sanak keluarganya untuk mengikuti Aksi tersebut, seperti anak, isteri, Ayah, Ibu, bahkan nenek dan kakek mereka. Mereka menjadikan Aksi ini sebagai Ajang Rekreasi liburan bersama keluarga ditengah kesibukan pekerjaan mereka sehari-hari. Saya pun melihat tidak sedikit massa Aksi yang berumur dibawah lima tahun, yang diajak serta keluarganya untuk mengenang perjuangan Palestina. Seperti yang dikemukakan oleh Pak Akbar, seorang kepala Sekolah SD Islam Terpadu di Depok yang membawa serta 50 orang muridnya, ia mengakui bahwa Aksi ini sangat bermanfaat dan dapat menjadi pelajaran kepada siswa-siswanya terhadap Perjuangan Mujahidin Palestina, dan Aksi ini pun menjadi ajang silaturahim kepada umat muslim khususnya kader PKS di Jabodetabek. Read more »
Filed under: Kastrat in Action | Leave a Comment »
Posted on December 24, 2008 by Dept. Kastrat BEM FISIP UI
Gejolak Krisis Over Produksi Dan Financial Sebagai Perwujudan Anarkhisme Produksi Imperialisme
Krisis adalah Penyakit bawaan dari sistem ekonomi kapitalisme yang tidak akan pernah ada akhir bahkan semakin kronis, liberalisme ekonomi dengan pasar bebas yang di gagas kapitalisme telah membawa kesejahteraan umat manusia sebagai bagian dagangan bagi produk mereka, lebih buruk dari itu kapitalisme yang telah bertransformasi kebentuk paling kejam yaitu Imperialisme yang mengatakan penjarahan dan perampokan dengan bahasa investasi dan pembangunan negara terbelakang, yang menggunakan perang untuk perdagangan senjata dengan bahasa melawan musuh kemanusiaan dan menghancurkan terrorisme. Imperialisme adalah Perang !.
Jika kita lihat berbagai berita yang ada baik di media cetak maupun elektronik, yang ada saat ini selain soal Obama vs Mcain, maka soal kesibukan berbagai negara yang begitu gugup melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi krisis keuangan yang menerpa semua negara. Berbagai paket kebijakan telah di keluarkan, mulai dari pemangkasan suku bunga, penutupan pasar saham sampai soal bailout atau kalau di Indonesia paket kebijakan buy back sampai surat keputusan bersama (SKB) 4 manteri, yang intinya hanya satu yaitu bagaimana membebaskan diri dari cengkeraman krisis.
Saat ini dunia memang sedang sibuk menghadapi berbagai soal, mulai dari krisis finansial, energy, pangan, sampai soal perubahan iklim. Awalnya yang paling disalahkan atas krisis ini terutama untuk krisis finansial dan energy adalah ulah para spekulan di pasar saham yang memainkan berbagai isu untuk keuntungan sendiri, tetapi belakangan banyak pihak yang sadar bahwa penyebab krisis yang utama bukanlah ulah para spekulan, tetapi yang lebih dasar lagi adalah akibat sistem ekonomi pasar milik kapitalisme. Persaingan bebas telah menerpa batas-batas persaingan yang sehat, mengakumulasi alat produksi dan hasil produksi di tangan segelintir orang, hal ini sama saja membiarkan hak-hak rakyat, dan segala kebutuhan untuk rakyat seluruh dunia di serahkan kepada segelintir orang. lalu bagaimana krisis yang diawali dengan krisis kredit perumahan untuk rakyat (Subprime mortage) di AS bisa begitu cepat menjalar ke berbagai belahan dunia dan membangkrutkan berbagai perusahaan keuangan, bank dan perusahaan sekuritas hingga memaksa pemerintahan berbagai negara untuk menguras cadangan devisanya untuk menyelamatkan mereka.
Keserakahan Imperialisme adalah Sebab Utama Krisis
Seperti yang telah sedikit diulas, krisis yang meledak dan menjalar begitu cepat ini diawali oleh kredit macet perumahan (krisis subprime mortgage) untuk rakyat di AS, tetapi apakah itu sebab pokok bagi krisis saat ini. Tentu hal ini harus kita periksa lebih dalam, bagaimana kasus kredit properti dalam hal ini soal perumahan yang macet di AS dapat menjalar, bahkan dampaknya terasa sampai ke Indonesia, apa hubungannya krisis ini dengan kejatuhan saham hingga mendorong penutupan sementara bursa saham di berbagai negara serta kepanikan pemerintah di banyak negara.
Read more »
Filed under: Tulisan | 1 Comment »
Posted on December 24, 2008 by Dept. Kastrat BEM FISIP UI
AKSI MAHASISWA, Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia dipaksa keluar dari ruang sidang Gedung DPR Jakarta, kemarin, saat pengesahan Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Mahasiswa berpendapat undang-undang itu tidak berpihak pada mereka.
JAKARTA(SINDO) — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) kemarin. Pengesahan berlangsung di tengah aksi unjuk rasa mahasiswa yang bahkan sempat masuk ke ruang sidang.
Sebelum RUU disahkan,sekitar 20 mahasiswa dari Universitas Indonesia masuk ke ruang sidang paripurna. Dari arah balkon para mahasiswa berteriak,” Interupsi ketua.”Sidang sempat terhenti 10 menit ketika lebih dari 20 petugas keamanan dalam Gedung DPR mendorong mahasiswa keluar.
Mahasiswa menolak keluar sambil terus berpegangan pada besi pembatas balkon. Selain di dalam ruang sidang, aksi unjuk rasa mahasiswa juga terjadi di pintu gerbang depan dan belakang Gedung DPR, Senayan, Jakarta.Ketua BEM UI Edwin Nofsan Naufal menuding pengesahan RUU BHP sebagai tanda yang jelas bahwa para wakil rakyat telah mengkhianati mahasiswa.
Read more »
Filed under: News | Leave a Comment »
Posted on December 4, 2008 by Dept. Kastrat BEM FISIP UI
Oleh: Mokhammad Ridho I (yg ganteng and keren abizz)
Kalau terbukti ternyata SNMPTN itu jauh lebih baik daripada UMB, I Swear (saya bersumpah) 100% UI akan ikut SNMPTN 2009 (Gumilar R. Soemantri)
Pada tahun 2009 nanti, UI akan membuka jalur masuk penerimaan mahasiswa baru yang bernama SIMAK UI. SIMAK UI adalah ujian seleksi masuk yang diselenggarakan di 40 kota seluruh Indonesia dan diperuntukkan untuk tiga program yaitu program sarjana reguler, program vokasi dan yang terakhir adalah program sarjana kelas khusus paralel. Ujiannya sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 1 maret 2009 dan pendaftarannya pada tanggal 19 januari-22 februari 2009 secara online, dengan formulir pendaftaran yang dibanderol setengah juta rupiah (Tidak ada atau belum ada kejelasan mengenai biaya formulir pendaftaran, isu yang beredar sebesar setengah juta rupiah). Penulis tidak akan membahas panjang lebar tentang mengenai SIMAK UI itu sendiri. Untuk mengetahui lebih jauh tentang simak UI ini silahkan langsung saja akses ke penerimaan.ui.edu dan saya pasti jamin informasi tersebut tidak akan ada (pada saat tulisan ini dibuat 17/11, belum ada informasi mengenai SIMAK UI pada situs tsb.).
Keberadaan SIMAK UI ini sendiri cukup kontroversial, kebijakan yang diambil tanpa melibatkan unsur mahasiswa ini pun patut dipertanyakan. Akar dari berbagai kebijakan diantaranya SIMAK UI ini sendiri pun terkait dengan transparansi keuangan. Klaim bahwa UI membutuhkan dana lebih kerena kurangnya subsidi pemerintah tidak didukung dengan laporan keuangan yang valid yang dapat diakses oleh stake holder termasuk mahasiswa. Hingga hari ini, laporan keuangan yang dijanjikan pun belum bisa ditengok oleh mahasiswa. Hingga saat ini pun pihak rektorat belum juga melakukan evaluasi pelaksanaan UMB dan BOP berkeadilan dengan semua pihak terkait tetapi sudah mempublikasikan kebijakan baru sistem penerimaan mahasiswa baru untuk tahun 2009.
Simak UI ini sendiri adalah sebagai kebijakan seleksi pengganti dari UMB tahun 2008 yang dinilai banyak kekurangan dan merugikan calon mahasiswa. Tercatat banyak sekali catatan-catatan buruk yang menodai kredibilitas seleksi masuk perguruan tinggi negri sekelas Universitas yang menyandang nama bangsa ini. Setelah membuat repot calon mahasiswa baru 2008 dengan ketidaksiapan panitia penyelenggara, UI masih memiliki masalah yang timbul setelah hasil UMB diumumkan. Tercatat lebih dari seribu orang mahasiswa baru yang diterima melalui jalur ini tidak mendaftar ulang. Ajang UMB ini pun dipakai para calon mahasiswanya hanya sebagai ajang try out sebelum SNMPTN (dulu SPMB)
Yang perlu kita perhatikan disini adalah waktu pelaksanaan ujian, yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 maret 2009, kita melihat bahwa tanggal tersebut amat sempit dan mepet, yang akan dirugikan disini adalah kedua belah pihak yaitu peserta ujian dan panitia penyelenggara. Persiapan dari para peserta ujian atau para calon mahasiswa baru akan sangat sempit karena terhitung mulai dari sekarang adik-adik kita hanya punya waktu tiga bulan terhitung dari Desember 2008. Hal ini pun akan mempengaruhi kualitas belajar dari para calon mahasiswa baru, dan bisa kita prediksikan bahwa SIMAK UI ini hanya menjadi ajang menunjukkan keberuntungan belaka dan akan mempengaruhi kualitas input dari para calon mahasiswanya. Read more »
Filed under: Tulisan | 4 Comments »
Posted on December 3, 2008 by Dept. Kastrat BEM FISIP UI
Senin (1/12) kemarin, bertempat di Seminar Room MBRC Gedung D FISIP UI, Departemen Kastrat BEM FISIP UI menyelenggarakan Nonton Bareng dan Pengenalan Tokoh. Tokoh yang sore itu dibicarakan adalah Soe Hok Gie. Hadir sebagai pembicara, Bang Herman Lantang dan Bung Jopie Lasut. Tapi kemudian beliau mengundang teman-teman seperjuangan mereka dulu. Beberapa ada yang ditokohkan dalam film yang dibintangi Nicholas Saputra itu.
Peserta yang hadir cukup banyak dan membuat seminar room penuh. Antusiasme mereka pun baik, karena pembicara menyampaikan dengan baik pula. Perjuangan, semangat, dan sedikit kehidupan tentang Gie dibicarakan. Mudah-mudahan dengan event semacam ini, mahasiswa kembali terbakar semangatnya, untuk tidak hanya diam di kelas, tetapi juga ada aksi nyata yang dilakukan di luar. (Rf)
Hidup Mahasiswa!! Hidup Rakyat Indonesia!!
Filed under: Kastrat in Action | Leave a Comment »
Posted on November 18, 2008 by Dept. Kastrat BEM FISIP UI
Sabtu (15/10) lalu, PLASTIK, Pelatihan Sehari Jurnalistik, salah satu proker Departemen Kastrat BEM FISIP UI telah sukses diselenggarakan. Diikuti oleh lebih dari 80 peserta, bertempat di Aula Gedung D Lt. 2 Fakultas Psikologi UI. Peserta yang datang tidak hanya berasal dari FISIP UI saja, tetapi ada juga yang berasal dari fakultas lain, bahkan dari universitas lain.
Pada sesi pertama di moderatori oleh Moh. Faisal Karim (HI 05), Budiharto Shambazy (wartawan senior Kompas), Thariq Hadad (Pimpinan Redaksi Koran Tempo), dan seorang aktifis yang juga penulis, Fadjroel Rahman berhasil membuat peserta termotivasi untuk menulis. Menulis opini lebih tepatnya. Pada sesi ini, dibahas juga bagaimana kekuatan sebuah opini di media dapat mempengaruhi kebijakan, dsb.
Sesi dua menghadirkan Indra Jaya Piliang yang kita kenal sebagai pengamat politik yang juga aktif menulis tentunya. Sesi ini adalah sesi dimana peserta diberi kesempatan untuk berlatih menulis opini.
Lewat acara semacam ini, diharapkan semangat menulis dan berani mengirimkan ke media kembali tumbuh pada mahasiswa, kaum intelektual muda.
Filed under: Kastrat in Action | 1 Comment »