Oleh: Mokhammad Ridho I
…Musuh kita adalah orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai orang-orang yang tak pernah salah kata-kata dan perbuatannya….
…Musuh kita adalah orang yang tak mau di kritik..
Kita akan berjuang melawan semua ini.. Akan kita tegakkan kebenaran yang terang bagi rakyat!! (Soe Hok Gie)
Pendaftaran SIMAK UI 2010 telah dibuka beberapa hari yang lalu, perhelatan akbar satu tahun sekali ini pun menyita perhatian kita para mahasiswa, para siswa kelas 3 SMA, dan masyarakat pada umumnya. tetapi mengapa animo Masyarakat terhadap UI justru malah berkurang? Ada baiknya kita tengok kisah nyata dari penulis berikut ini.
Universitas Indonesia, Universitas yang menyandang nama Bangsa, jika dahulu sewaktu saya masih duduk di sekolah dasar di daerah Kelapa Dua Depok, nama UI begitu perkasa, begitu disegani dan diagung-agungkan. Menjadi mahasiswa di UI merupakan impian dan dambaan setiap anak Bangsa.
Naik ke tingkat SMP nama UI semakin terdengar, semakin berkibar.. bersama kawan buruh dan tani menjadi garda terdepan gerakan mahasiswa yang menumbangkan rezim orde baru. Menjadikan Kampus reformasi, Kampus Perjuangan Rakyat semakin melekat di setiap garis makara dan di hati mahasiswanya.
Sampai akhirnya saya naik ke tingkat SMA, semakin mantap pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan saya pun memastikan bahwa UI adalah pilihan nomor Satu. Saya ingin menjadi mahasiswa UI Karena saya tahu disana saya akan mendapatkan idealisme sejati. Saya ingin merasakan manisnya pendidikan tinggi di kampus bersejarah yang menyandang nama bangsa. Yah itulah impian seorang bocah ingusan seperti saya, mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan..
Bangga, senang, haru, syukur, ku bisa lulus SPMB 2007 (walaupun Cuma pilihan kedua di UI). Dari sini aku mencium aroma kebanggaan saat menyanyikan lagu gendering UI. Merasakan aura intelektualitas saat mendendangkan gaudeamus igitur, merasakan dahsyatnya awal perjuangan saat menyerukan lagu totalitas perjuangan, dan merasakan sensasi dakwah saat pertama kalinya mengumandangkan adzan di kampus. Itulah yang kurasakan saat itu. Sama sekali tidak ada beban di hati saya dan teman-teman 2007 lainnya kecuali beban ospek. Tidak ada mengenai masalah Biaya (apalagi BOPB)..
Dua setengah tahun sudah kenangan manis tersebut membayang-bayangi pikiran saya, Hingga saat ini. namun ada satu hal yang kupikirkan, apakah sensasi tersebut dirasakan juga oleh MABA UI 2009, 2008 atau bahkan mahasiswa baru 2010 mendatang?? Dan saya berpikir apakah makara UI dan jeket kuning ini masih bisa menjadi magnet yang kuat bagi anak-anak SD, SMP, SMA. Atau bahkan seorang anak penjual Koran, seorang anak dari tukang becak, seorang anak dari kuli, anak dari seorang Buruh dan Tani di Negara ini!?? Read more »
Filed under: Bidang Agitasi dan Propaganda, Tulisan | Leave a Comment »